Sorotan Tajam Dua Orang Gaek Paruh Baya

Sorotan spesial tertuju untuk sang Kadis PU Rohil, lantaran berdua gaek paruh baya sempat mendengar kabar kalau sosok Kadis PU yang anyar ini adalah sosok kandidat Kadis yang tepat untuk membantu dan mewujudkan ‘Visi Misi’ Bupati dan Wabup Rohil, berslogan BiJaK ‘Perubahan’.
Selain itu lanjut mereka kembali, moncernya karir sang Kadis saat menjabat Kepala bidang (Kabid) di Dinas PUPR, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kala itu, menjadi buah bibir yang bisa disimpulkan bahawa ia miliki segudang prestasi, pengalaman dan jam terbang tinggi serta skil keahliannnya suadah tidak diragukan lagi.
Tapi, bagi Tok Rehab dan Mak Seni, gebrakan perdana sang Kadis PU saat mengerjakan perawatan jalan itu, menghilangkan kisah cerita indah dan segudang prestasi yang dicapai sang kadis semasa bertugas di Kabupaten Rohul.
Kerisauan Tok Rehab dan Mak Seni, yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah dan bukan nama sebenarnya itu adalah bentuk keprihatinan dan kecintaannya terhadap tanah kelahirannya yakni Kabupaten Rohil.
Berbeda pandangan dengan Tok Rehab, Mak Seni yang saat itu masih memakai mukenah yang terlihat usai dari Sholat Ashar, disebuah Musholah terdekat, ia menyampaikan cerita yang berbeda terhadap sosok Kadis PU anyar tersebut. Kabar yang ia dengar kalau sang Kadis diduga masih memiliki hubungan Perda (pertalian darah) dengan orang nomor satu.
“Kalau kabar itu benar atau tidaknya, jika benar maka wajar saja posisi Kadis bisa ditangannya. Tapi kalau untuk mengawal visi misi Bupati dan Wabup terpilih, saya timbul keraguan setelah melihat tata cara rehab jalan itu,” ujar Mak Seni, sembari mengucap Masyaallah.
Beranjak adari cerita kedua gaek paruh baya tersebut, untuk diketahui bersama, Dinas PUPR Rohil sebelumnya pernah dipimpin sosok Kadis inisial AS yang sangat kontroversial dan minim prestasi. Kadis itu didatangkan oleh eks Bupati AFS dari Kota Dumai. Beredar kabar, sang Kadis memiliki dedikasi besar semasa perebutan tahta orang nomor satu di Rohil, kala itu jargon Aman.
Terpantau, dihelatan kunjungan akbar APH dari Provinsi, Kadis AS tampak kala itu keluar dari Kantor tersebut, namun bukan sebagai tamu undangan, melainkan perkara mengembalikan uang ke Negara atas temuan dari hasil audit internal pemerintahan.
Berlanjut ke Reputasi eks Kadis PUPR JS
Beralih dari Eks Kadis PU AS, sebelumnya, Kadis PU Rohil dipimpin eks Kadis berinisial JS. Dikabupaten Rohil, siapa yang tidak kenal dengan sosok Kadis yang satu ini. Ia memiliki garis hubungan ‘ipar’ dengan pemimpin Rohil saat itu.
Masyarakat Rohil saat itu banyak menyayangkan sikap dari sang Kadis saat itu yang dinilai banyak lebih mementingkan kepentingan segelintir orang, bukan malah menjaga nama baik, karir dan reputasi pemimpin Rohil saat itu. Akhirnya, imbas harus diterima.
Keprihatinan dari Tok Rehab dan Mak Seni atas kejadian dan pengalaman untuk Kabupaten Rohil saat ini, adalah sebagai bentuk keprihatinan pembangunan yang seharusnya dibangun dan dibuat, dapat dinikmati sampai keanak cucu kami kelak.**








