Keadilan Sang Kades Dipertanyakan, Warga Kampung Sasah Blak-Blakan

Anak tirinya tambatan nelayan?

Pembangunan apapun lanjutnya, lebih banyak memgarah ke Desa tersebut, sementara kebutuhan mendesak masyarakat di Kampung Sasah diduga diabaikan atau terabaikan.

“Tambatan nelayan Sesah yang rusak terus dibiarkan. Tambatan nelayan Dusun II yang masih bagus, terus mendapat kucuran dana desa. Apakah karena rumah Kades di sana, sehingga diprioritaskan?” sindir Kobar.

Sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lingga, Kobar menilai seharusnya Kepala Desa Sekanah bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Provinsi Kepri. Namun kenyataan yang terjadi, Desa Sekanah yang notabene Desa tua justru tampak paling tertinggal.

Masyarakat berharap, agar Pemerintah Kabupaten Lingga segera turun tangan dan ambil sikap, agar kerusakan tambatan perahu nelayan Kampung Sasah tidak lagi menjadi ancaman bagi nelayan yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari aktivitas melaut.

Sementara oknum Pemerintah Desa Selanah belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi prihal terkait keluhan warga Sasah. Dimana, tambatan perahu nelayan yang diharapkan tak kunjung mendapat perhatian atau perawatan sebelum memakan korban.**

 

Lap by: gp1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *