BENGKALIS – Terdampar di Pulau Bengkalis, Lima (5) warga negara asing (WNA) sejak Sabtu (22/2/20) kemarin telah diobservasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bengkalis.
Pihak RSUD Bengkalis memastikan bahwa kelima WNA tersebut dalam kondisi sehat dan satu orang sudah menderita sakit stroke sejak setahun terakhir.
Terkait dengan isu penyebaran virus corona, RSUD Bengkalis menegaskan, telah melakukan pemeriksaan awal dan hasilnya adalah Negatif.
Akan tetapi, untuk menjalankan standar operasional prosedur (SOP) kelima WNA harus melalui proses observasi dan pengamatan dijadwalkan hingga 14 hari kedepan.
“Intinya, kelima WNA yang kami tangani sesuai dengan hasil pemeriksaan, negatif atau tidak menunjukkan gejala terjangkit virus corona. SOP dalam menanganinya, dan petugas selama proses observasi dilengkapi alat pelindung diri. Hari ini sudah berlangsung 2 hari,” tegas Plt Direktur RSUD Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH didampingi Wadir Bidang Pelayanan, Rita Puspa, saat konferensi pers dengan sejumlah wartawan, Senin (24/2/20) siang.
Ditambahkan Rita Puspa, observasi ini bisa saja tidak sampai selama 14 hari, jika sebelum rentang waktu rencana observasi kemudian kelima WNA dijemput oleh agen yang berwenang dan telah melalui proses dari pihak Imigrasi.
“Kelima WNA sehat, dan observasi yang dilakukan ini bisa saja tidak sampai 14 hari, jika ada pihak agen mereka yang menjemputnya dan sudah melalui proses keimigrasian,” katanya.
Sebelumnya diinformasikan, kapal pesiar terdampar di Pesisir Utara Pulau Bengkalis, teridentifikasi jenis Kapal Layar Lady Vega hanyut setelah mesin mati di Perairan Selat Malaka dilaporkan sejak Jumat (21/2/20) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.
Kapal Layar Lady Vega sempat terombang-ambing karena mesin mati di Perairan Muar, Johor berada pada posisi terakhir di koordinat 01 50.51 N 102 24.00 E (wilayah Perairan Malaysia).
Sementara itu, kelima kru kapal di identifikasi dan dinyatakan selamat yaitu, Naithan Phaetphiriyachidachot (14), laki-laki, Thailand. Ratdawan Phraechaisong (47), perempuan, Thailand. Budsaba Phaechaisong (41), perempuan, Thailand.
Serta, Det Thummanee (40), laki-Laki, Thailand, dan Roger Antony Pumphrey (50), laki-laki, Inggris.**(ep)








