Baca Juga: Dugaan Skandal CSR 19 M, BUMD Rohil Diobok-obok Penyidik Polda Riau
Dilanjutnya, pihaknya dan Komisaris Utama telah dapat bocoran adanya Pengeluaran tak wajar dengan catatan ‘SAMPING’. sehingga notes itu dianggap menjadi penyebab ketidakwajaran keuangan SPBU hingga bisa kosong total.
“Tak bisa dibiarkan berlarut-larut ini. Kami rekomendasikan pemberhentian Manajer SPBU dengan terlebih dahulu mempertanggung jawabkan penyimpangan anggaran (fraud) yang dilakukannya dan semua yang teribat harus diberikan sanksi tegas,” ungkapnya.
Sebagai orang pertama yang mengurus seluruh persyaratan dan penggagas diplomasi dalam mendapatkan PI untuk Kabupaten Rokan Hilir dari PT. PHR (Pertamina Hulu Rokan) melalui PT.RPR (Riau Petroleum Rokan), Rahmad Hidayat masih merasakan pahit getirnya itu semua. Dia sangat berang saat pencapaian dan tinggal menikmati saja, namun seperti ini jadinya.
Senada dengan Rahmad Hidayat, Zulpakar menambahkan, bahwa perjuangan BUMD untuk SPBU saat itu tidak mudah dan sangat memeras tenaga dan pikiran. Mengelola unit usaha milik Pemkab, tidak semudah mengelola usaha milik sendiri.
“Banyak kisah pahit dan getirnya beberapa tahun lalu di BUMD. Unit usaha hanya SPBU. Jika mengelola SPBU bisa bangkrut, gimana ceritanya?. Penjual minyak eceran aja bisa menguliahkan anaknya. Tak habis pikir kita,” kata Zulpakar, terperangah.
“Kalau sempat pernyataan staf SPBU (Heri) saat Sidak kemarin benar adanya. Kemana dana keuangan SPBU yang Rp.3-4 M lebih, kita ketahui. Ini akan kita dalami, sementara ini kita masih mencatat poin-poin penting dari Sidak kemarin dan catatan Samping,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, Direktur Utama BUMD Rohil, Rahman, tidak ikut dalam rombongan Sidak tersebut dan Manager SPBU, tengah dalam perjalanan dinas kepekanbaru membawa dua (2) staf SPBU.
Dari pengakuan dua staf yang ikut perjalanan dinas, mereka merogoh kocek sendiri untuk biaya perjalanan. Namun, pengakuan manager saat dikonfirmasi media ini, dana Rp.10 Juta, diambil dari SPBU, untuk dibagi tiga sebagai biaya SPPD kegiatan tersebut ditaja pihak Pertamina.**
Laporan by: Sandrego Siregar/ Ram S
Editor by: MMD-








